Kota Madiun – Di tengah padatnya pelaksanaan Ujian Sumatif Akhir Semester (SAS), MTsN Kota Madiun tetap berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga pendidiknya dengan menggelar Workshop Deep Learning dan Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini berlangsung di Aula Ibnu Rusyd dan diikuti oleh seluruh guru MTsN Kota Madiun, Jumat (05/12).

Kepala Madrasah, Bambang Wiyono, dalam sambutannya menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari agenda keberlanjutan madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini berkembang begitu cepat dan jika tidak diimbangi, maka kita akan tertinggal.

“Pada Januari mendatang sebanyak 40 madrasah akan mulai menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta. Workshop ini menjadi salah satu langkah awal dalam mendukung kesiapan implementasi kurikulum tersebut, sehingga guru perlu mengikuti minimal dua kali workshop sebagai bentuk kesiapan,” terangnya.

Bambang mencontohkan fenomena pada Ujian Sumatif Akhir Semester (SAS), di mana terdapat siswa dengan nilai pembelajaran harian rendah namun saat ujian memperoleh hasil yang baik. “Inilah salah satu tanda bahwa kita harus berbenah, termasuk dalam memahami cara belajar siswa di era digital,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya growth mindset bagi pendidik. “Ketika diberi tantangan, sambut dan kerjakan dengan sebaik-baiknya,” pesannya. Kegiatan ini turut didukung oleh mitra madrasah, BSI dan Maju Hardware, distributor elektronik terbesar di Kota Madiun.

Kakankemenag Kota Madiun, Zainut Tamam, hadir sekaligus membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya guru untuk selalu selangkah lebih maju dibandingkan siswa.

“Guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensinya mengikuti perkembangan zaman. AI bisa menjadi alat untuk memperkaya variasi metode pembelajaran,” ungkapnya.

Tamam juga mengingatkan, “kecanggihan teknologi dapat dipelajari oleh siapa saja, namun keteladanan tetap menjadi identitas penting seorang pendidik. Ia menegaskan bahwa dalam kurikulum terbaru, guru berperan sebagai fasilitator yang memancing siswa untuk aktif dalam proses belajar”.

Selain itu, ia menekankan tiga sifat yang harus dimiliki seorang guru: tanggung jawab, komitmen, dan kedisiplinan. “Sifat-sifat tersebut dapat tumbuh dari dua hal: rasa takut dan rasa cinta,” jelasnya. Rasa takut di sini dimaknai sebagai kesadaran untuk tidak mengabaikan amanah serta kehati-hatian dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Sementara itu, rasa cinta merujuk pada kecintaan terhadap ilmu, profesi, dan peserta didik, yang mendorong guru untuk bekerja dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik.

Dengan terselenggaranya workshop ini, MTsN Kota Madiun berharap seluruh tenaga pendidik semakin siap menyambut perkembangan teknologi, khususnya dalam pemanfaatan AI untuk pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. (Humas)