Sebanyak 32 peserta mengikuti Pembinaan Disiplin Pegawai dilanjutkan kegiatan Diseminasi Moderasi Beragama yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Madiun pada Rabu (23/6) siang. Acara tersebut dihadiri oleh Kasubag TU, Kasi/Gara, JFT Pengawas Islam, Kepala KUA, JFT Penghulu dan JFT Penyuluh, Kamad Negeri dan KaTU serta JFT Subbag TU. Pembinaan kali ini langsung dari Kepala Kantor yang dilanjutkan dengan zoom meeting dari Pusdiklat Jakarta.

Kepala Kantor menyampaikan bahwa hendaknya seluruh ASN selalu menerapkan 5 Budaya Kerja yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan. Disamping itu diharapkan seluruh ASN memiliki jiwa 4S (Spirit, Solid, Speed dan Smart). Berkaitan dengan Semoboyan 4S, Kepala Kantor menjelaskan, pertama seluruh pegawai harus memiliki semangat kerja dan semangat ibadah. Kedua, harus solid, kompak dalam menjunjung visi dan misi kementerian Agama. Ketiga, ASN harus berfikir cepat dalam bekerja mengingat perkembangan zaman yang semakin cepat. Keempat, dalam bekerja seyogyanya harus menggunakan kepintaran, kecerdasan dan keahlian dalam instansinya guna mencapai target pekerjaan secara maksimal.

Kepala Kantor juga menyampaikan paparannya terkait Moderasi Beragama. “Moderasi Beragama ialah menyadari adanya perbedaan dalam bernegara maupun beragama, moderasi bukan agamanya namun umat yang beragama, keanekaragaman adalah fitrah bangsa, Pancasila dihasilkan dari kristalisasi budaya bangsa serta bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragama.” Ujar Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun. Beliau juga menjelaskan bahwa pemerintah memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak berfikir secara ekstrim terhadap adanya perbedaan.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun menyampaikan tentang indikator dan hakikat dari Moderasi Beragama. Komitmen Kebangsaan yang terwujud dalam Pancasila, Bineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 merupakan indikator dari Moderasi Beragama. Toleransi, Anti Kekerasan dan Adabtif terhadap Kebudayaan Lokal merupakan Hakikat dari Moderasi Beragama.  (hm)

Leave a Comment