Kota Madiun (Humas) – Untuk menghindari adanya gesekan yang terjadi antara dua kubu atau lebih yang disebabkan perbedaan nilai, status, kekuasaan yang dapat menimbulkan deprivasi relative di masyarakat, dan sesuatu yang tidak mungkin bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat, perlu adanya suatu upaya untuk mencegah terjadilnya konflik, dengan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan konflik.

“Permasalahan-permasalahan yang memunculkan terjadinya konflik, seperti adanya perbedaan kepentingan, adanya pemikiran dan pendirian yang berbeda, perubahan nilai yang cepat dan mendadak, semua itu harus ditangani diatasi dan diselesaikan dengan melakukan tabayyun, tahkim, syura, sikap al-afwu dan tekad al-ishlah sehingga akan menciptakan suasana yang dinamis dan kondusif sehingga terjadi suatu harmonisasi yang baik yang menguatkan satu dengan yang lain,” ujar Kakankemenag Kota Madiun Munir pada acara Optimalisasi Peran Tokoh Masyarakat dan Organisasi Kemasyarakatan dalam Upaya Mencegah Konflik Keagamaan di Kecamatan Taman.  

Masalah kerukunan umat beragama dan antar umat beragama sangat penting untuk terus dibina, dengan mengkaji ajaran agama secara benar dan kritis tidak terjebak dalam persoalan yang formalistic dan bersifat simbol belaka yang memunculkan terjadinya konflik. Karena munculnya konflik adalah sesuatu yang tidak mungkin untuk bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat.

“Kementerian Agama sebagai Lembaga pemerintah yang memiliki tugas mengelola tata kehidupan beragama, bertanggungjawab melakukan upaya pencegahan konflik, salah satunya dengan melakukan penyuluhan pada masyarakat.” tegas Munir di akhir penyampaiannya pada tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, yang dilaksanakan di Gedung Abdi Praja Kantor Kecamatan Taman Kota Madiun pada Selasa (15/6). (da)

Leave a Comment