Kota Madiun (Humas) – Dalam memahami ajaran agama dari sisi aqidah, syariah dan tasawuf secara seimbang, menjadi sangat penting karena akan menjadikan cara berpikir seseorang menjadi moderat, yang mampu melihat sesuatu secara seimbang dan logis, tidak hanya dari satu sisi tetapi dari banyak sisi.

Seperti yang disampaikan oleh Kakankemenag Kota Madiun Munir, dalam pembinaan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama yang diikuti oleh Kasi, Penyelenggara Zawa, Kepala Madrasah, Kepala KUA, Penyuluh, Pengawas dan Pejabat Fungsional, pada Rabu (23/6) di Aula Kankemenag Kota Madiun.

Sebagai Kakankemenag, Munir memiliki tugas penting dalam menjaga seluruh ASN dan Non ASN di lingkungan Kankemenag Kota Madiun agar terbentengi dari segala hal yang merusak moderasi beragama dan wawasan kebangsaan. Dengan menanggulangi gerakan radikalisme yang saat ini gencar disebarkan melalui media sosial yang dijadikan media utama dalam penyebarannya.

“Tegaknya moderasi beragama perlu dikawal bersama, baik masyarakat dan negara. Moderasi beragama juga bukan hal absurd yang tidak bisa diukur, karena secara empiris moderasi beragama dapat diukur dengan empat indicator, yaitu 1.) toleransi, dengan menghormati perbedaan dan memberi ruang orang lain untuk berkeyakinan, 2.) anti kekerasan, tidak membenarkan tindakan kekerasan dengan dalih agama untuk melakukan perubahan, 3.) komitmen kebangsaan, dengan menerima Pancasila sebagai ideologi negara serta UUD 45 dan regulasi dibawahnya, 4.) akomodatif atau menyesuaikan diri, ramah dalam menerima tradisi dan budaya local dalam perilaku keagamaan” terang Munir.

Lebih lanjut Munir menambahkan akan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan, sebuah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selain moderasi beragama, juga harus diikuti dengan wawasan kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila harus selalu didengungkan, dengan menumbuhkan keteladanan di masyarakat yang menjunjung karakter kejujuran, karakter sosial dan karakter spiritual.

“Kita harus tahu situasi dan kondisi negara dan bangsa kita saat ini, dimana kita harus mempunyai wawasan kebangsaan sebagai hal mendasar bagi bangsa Indonesia untuk mempersatukan Indonesia. Melalui pembentukan karakter bangsa dan membangun watak kebangsaan akan memperkuat karakter bangsa, menjadikan masyarakat Indonesia cinta tanah air, memiliki toleransi tinggi dan mempunyai wawasan serta apresiasi atas budaya dan kebudayaan bangsa disertai pemahaman akan pentingnya perdamaian dunia” pungkas Munir saat mengakhiri pembinaannya. (da)

Leave a Comment