Unit Pengumpul Zakat Kemenag Kota Madiun pada Kamis (17/6) telah melaksanakan rapat program dan evaluasi pentasyarufan zakat profesi ASN di lingkungan satuan kerja Kementerian Agama Kota Madiun. Dalam Rapat ini dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama kota Madiun Munir selaku pelindung atau Pembina  UPZ dan dihadiri oleh seluruh pengawas dan pengurus UPZ beserta Kepala Madrasah dan Kepala KUA di lingkungan Kementerian Agama kota Madiun dalam rapat membahas untuk zakat profesi ASN Kemenag kota madiun setiap bulan yang diterima UPZ dari setiap satker akan dikelola secara Syariah yaitu dengan cara ditasyarufkan ke 8 asnaf yang termaktub di Al Quran surat at-taubah ayat 60 :

 اِنَّمَاالصَّدَقٰتُلِلْفُقَرَاۤءِوَالْمَسٰكِيْنِوَالْعَامِلِيْنَعَلَيْهَاوَالْمُؤَلَّفَةِقُلُوْبُهُمْوَفِىالرِّقَابِوَالْغَارِمِيْنَوَفِيْسَبِيْلِاللّٰهِوَابْنِالسَّبِيْلِۗفَرِيْضَةًمِّنَاللّٰهِۗوَاللّٰهُعَلِيْمٌحَكِيْمٌ 

“Sungguh zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui, maha bijaksana.”

Untuk 8 asnaf di lingkungan kemenag kota madiun akan mendapat pentasyarufan zakat terdiri dari unsur  PTT (Pegawai Tidak Tetap) dan GTT (Guru Tidak Tetap). Seperti yang kita ketahui bersama zakat memiliki manfaat yaitu mensucikan harta dan Selain itu zakat yang terkumpul setelah dibagikan kemustahik akan menjadi manfaat bagi mereka. (hm)

Leave a Comment