Kota Madiun – Dalam upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’annya, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kota Madiun mengikuti kegiatan Asesmen Al-Qur’an yang berlangsung di Aula Al-Ikhlas II, Selasa (21/10). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, hingga Rabu.

Kakankemenag Kota Madiun, Zainut Tamam, membuka kegiatan tersebut sekaligus memberikan sambutan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya asesmen ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual ASN Kemenag.

“Asesmen ini kita niatkan supaya bacaan Al-Qur’an kita bisa lebih baik. Kegiatan ini juga untuk mengetahui sudah di level mana bacaan kita. Nanti akan dites satu per satu, kemudian diklasifikasikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an bukan sekadar keterampilan teknis semata, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual setiap pegawai Kementerian Agama. “ASN Kemenag harus mampu menjadi teladan dalam memahami, mengamalkan, serta menyiarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubbag TU, Agus Burhani, turut berpesan agar seluruh peserta mempersiapkan diri dengan baik dan menjadikan kegiatan ini sebagai sarana pembinaan diri. “Mari kita jadikan asesmen ini sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. Jangan hanya sekadar formalitas, tapi niatkan untuk memperbaiki bacaan dan pemahaman kita terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Asesmen ini dipandu oleh Sugeng Bektiadi, Penyuluh Agama Islam dari KUA Taman, yang bertugas sebagai pembimbing dan penguji. Dalam pengantarnya, ia menekankan pentingnya memahami tajwid sebagai dasar dalam membaca Al-Qur’an dengan benar.

“Membaca Al-Qur’an bukan hanya soal lancar, tetapi juga bagaimana kita menjaga kesucian lafaz dan maknanya. Dengan membaca secara benar, insyaallah kita akan semakin dekat dengan Allah SWT,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh ASN Kemenag Kota Madiun untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tidak hanya sebagai rutinitas spiritual, tetapi juga sebagai bentuk penguatan identitas dan tanggung jawab moral sebagai pelayan umat. (Humas)