
Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) ke-23, Pengurus Daerah IGRA Kota Madiun menggelar kegiatan Gerakan Nasional RA Membatik (GERNASRATIK) di Ngrowo Bening Edu Park, Rabu (29/10). Kegiatan ini diikuti kurang lebih 700 anak dari 7 Raudhatul Athfal (RA) dan 1 Tarbiyatul Athfal (TA) di Kota Madiun.
Ketua PD IGRA Kota Madiun, Musyarofah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Harlah IGRA ke-23 yang serentak digelar di seluruh Jawa Timur. “Hari ini seluruh Jawa Timur melaksanakan kegiatan membatik sebagai bentuk pelestarian budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini dan menjadikannya kebanggaan bagi anak-anak Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Madiun, Zainut Tamam, turut hadir dan memberikan sambutan serta apresiasinya. “Selamat ulang tahun ke-23 untuk IGRA. Semoga semakin kompak, eksis, dan terus berkontribusi dalam mencetak generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi anak-anak untuk berkumpul, berkreasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri. “Anak-anak adalah titipan Allah dan aset masa depan bangsa. Pada usia perkembangan, tidak hanya aspek kognitif yang perlu diperhatikan, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Melalui kegiatan membatik ini, anak-anak dapat belajar mengekspresikan diri dan mengasah keterampilan dengan cara yang menyenangkan,” tambahnya.
Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan membatik yang telah dipersiapkan dengan baik oleh guru-guru. Setiap peserta dibekali alat dan bahan membatik, mulai dari kain, cotton bud, hingga pewarna. Suasana riuh dan ceria menyelimuti area kegiatan ketika anak-anak mulai menuangkan kreativitas mereka dalam goresan malam di atas kain putih.
Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas yang tinggi, kegiatan GERNASRATIK di Kota Madiun menjadi ajang pembelajaran sekaligus pelestarian warisan budaya bangsa. Melalui goresan batik, anak-anak RA belajar bahwa mencintai Indonesia dapat dimulai dari hal kecil yang penuh makna. (Humas)