Pembinaan dan Pelatihan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (KA) dan Coding dalam Deeplearning bagi Guru Pendidikan Agama Katolik se-Kota Madiun digelar di Aula Al-Ikhlas II Kantor Kementerian Agama Kota Madiun, Jumat (26/9). Kegiatan ini bertujuan mendukung guru agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan pembelajaran.

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah Si Madu Galik (Sistem Pembelajaran Mandiri Terpadu Pendidikan Agama Katolik), sebuah karya kreatif Guru Pendidikan Agama Katolik Kota Madiun. Program ini hadir sebagai solusi belajar yang memungkinkan siswa mempelajari agama kapan pun dan di mana pun, bahkan tanpa kehadiran guru. “Teknologi bisa mengatasi kebutuhan dalam proses belajar mengajar,” ujar pembawa acara yang memperkenalkan inovasi tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Madiun, Zainut Tamam, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, menekankan pentingnya peran guru agama dalam membentuk karakter peserta didik. “Pendidikan karakter bermula dari agama, maka peran guru agama sangatlah vital. Guru adalah teladan, maka mengajarlah dengan hati dan anggaplah anak-anak yang kita ajar adalah anak kita sendiri,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini agar anak-anak tumbuh dengan sikap toleran dan menghargai perbedaan. “Konsep moderasi harus menjadi bagian dari pembelajaran, sehingga peserta didik memahami pentingnya keseimbangan dalam beragama dan bermasyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Zainut menegaskan bahwa seluruh pihak harus mendukung upaya mewujudkan Zona Integritas (ZI) dalam pelayanan publik. “Inovasi seperti Si Madu Galik ini bisa menjadi bagian dari agen perubahan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Aries Papudi, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Jawa Timur, mengajak seluruh guru Pendidikan Agama Katolik untuk terus meningkatkan kompetensi. “Guru harus selalu bersemangat dalam mengajar dan meningkatkan kinerja. Teruslah belajar agar bisa mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya memberi motivasi.

Setelah sesi pembinaan, acara dilanjutkan dengan pelatihan pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (KA) dan Coding dalam Deeplearning, di mana para peserta mendapatkan pembekalan praktis untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Guru Pendidikan Agama Katolik di Kota Madiun semakin siap menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan esensi pendidikan karakter dan nilai-nilai spiritual.