Kota Madiun (Humas) – Jelang misa Natal Tahun 2025, Kakaknkemenag Kota Madiun Zainut Tamam bersama Kasubag TU dan Kasi Bimas Islam melakukan kunjungan untuk memastikan kesiapan gereja dalam menyambut jemaat dan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah di Gereja Santo Cornelius Kota Madiun, Rabu (24/12).

Diterima langsung oleh Romo Akik selaku pimpinan Paroki St Cornelius yang menyampaikan apresiasinya atas perhatian dari Kakankemenag yang juga didampingi Maria Magdalena sebagai Pengawas Agama Katolik dan Amonius Penyuluh Agama Katolik, dalam mempersiapkan perayaan Hari Natal.

“Gereja ini telah berusia 126 tahun, dan berdiri sejak tahun 1899 dimana Paroki Santo Cornelius Madiun merupakan Paroki tertua kedua dalam Keuskupan Surabaya dan menjadi Stasi bagian dari Paroki Ambarawa,” terang Romo.

Romo mengungkapkan rasa bahagianya bisa berada di Paroki yang berada di wilayah Madiun, karena Kota Madiun mempunyai hystori yang bagus dari dulu tentang kerukunan umat beragama.

“Natal tahun ini dengan tema Natal 2025 KWI-PGI “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (bdk.Matius 1:21-24) mempunyai makna focus pada keluarga sebagai tempat kehadiran Tuhan,” terangnya.

Dijelaskan juga oleh Romo, untuk perayaan misa Natal terbagi dalam 4 kali pertemuan yaitu Vigili Natal pada 24 Desember dengan 2 kali misa dan hari Raya Natal pada 25 Desember dengan 2 kali misa yang dilanjutkan dengan pesta anak dan bazar.

Pada kesempatan ini, Kakankemenag bersama Romo Akik diajak berkeliling di sekitar gereja baik Kapel Adorasi dan Gua Maria yang merupakan salah satu tempat peribadatan di gereja tersebut dan di Sacrarium atau sumur suci tempat menampung semua benda suci umat Katolik yang sudah tidak bisa digunakan lagi.

Anjangsana yang dilakukan oleh pria kelahiran Pamekasan ini adalah melihat secara langsung persiapan seluruh panitia gereja dan kesiapan gereja dalam menyambut umatnya untuk misa Natal, “Kedatangan kami selain silaturahim juga memastikan persiapan umat Katolik dalam menyambut Natal sudah benar-benar siap dan umat Katolik nyaman dan aman dalam melaksanakan misa Natal,” ungkap Tamam.

 

Kakankemenag juga menegaskan bahwa di Kementerian Agama, Menteri Agama selalu menyarankan bahwa salah satu tugas Kakankemenag atau kami yang berada di daerah adalah memfasilitasi Jemaah agama apapun bisa merasakan keamanan dan kenyamanan dalam beribadah di tiap-tiap rumah ibadah sesuai dengan agamanya.

Harapan juga disampaikan Kakankemenag, “bila umat Katolik dekat dengan Tuhannya, imannya bagus maka sudah dipastikan toleransi beragamanya juga bagus,” tandasnya.